In

Happiness Is... #Antroloveandcare


 Happiness, satu baris kata yang memiliki 9 huruf pendamping. Hilang satu huruf saja, kata tersebut sudah berubah arti, atau bahkan, tidak ada sama sekali arti dari kata tersebut. Sama rasanya seperti bagaimana arti “mereka” untuk dirimu. Saat salah satu dari “mereka” hilang, mungkin kamu akan merasa ada sebuah perubahan yang terjadi, atau bahkan merasa kosong seperti tidak ada yang hadir dihidupmu. “Mereka” bisa saja kamu artikan sebagai orang-orang yang hadir membawa sebuah warna-warni dan cerita indah yang mereka rela berikan secara cuma cuma untuk kamu. “Mereka” juga bisa kamu artikan sebagai orang-orang yang menghadirkan lekuk setengah lingkaran di bibirmu, atau yang biasa kamu sebut itu adalah sebuah senyuman. Dan, “mereka” juga lah, yang pastinya memberi dan menghadirkan sebuah kata yang semua orang pasti inginkan, yaitu, Happiness.
   Banyak sekali masyarakat disekitar kita, atau bahkan kamu sendiri mengalami hal ini. Saat kebahagiaan bukan lagi urusan “Bagaimana cara supaya aku bisa merasa bahagia?” tetapi berubah menjadi “Bagaimana cara supaya dia, atau mereka bisa merasa bahagia karena aku?”. Ya, benar, semudah dan sesimple itu, kita dapat merubah sebuah pernyataan menjadi sebuah pertanyaan. Saat “Inilah yang membuat ku bahagia” berubah menjadi “Apa ya yang bisa ku lakukan supaya membuat mereka bahagia?”. Tidak muluk-muluk hanya dengan “status spesial” antara kamu dan "temanmu", tetapi hal ini sangat berlaku untuk orang sekitar, baik keluarga, sahabat, lingkungan masyarakat, atau bahkan orang yang sama sekali tidak kamu kenal sebelumnya. Karena sungguh, kebahagiaan datang bukan karna disengaja, namun kebahagiaan datang karena memang itulah waktumu dan itulah hak mu.
   Kehidupan kamu dalam sehari, seminggu, sebulan, atau setahun, pasti telah melalui banyak sekali cerita, baik sebuah cerita manis, masam, pahit, atau bahkan sebuah cerita hambar yang sudah diberi bumbu pun akan tetap menjadi hambar. Dalam sepanjang bentangan waktu hidupmu itu juga, ada kala dimana kamu merasa sedih karna ada sesuatu hal yang pedih, ada kala dimana kamu merasa kalah karena kamu mengalah, ada kala dimana kamu menangis karna masalah yang tak habis-habis, dan ada kala dimana kamu merasa sangat bahagia karena ada kehadiran “mereka”. Merasa kalah karena kamu mengalah pun itu kadang kamu didasari kepada pertanyaan diatas tadi, “Apa yang bisa kulakukan supaya membuat mereka bahagia?”.
    Tak bisa kamu pungkiri, itu memang sulit. Bukan hanya sulit, tapi jelas, itu sangat sulit. Saat kamu sendiri bingung bagaimana dapat mendapatkan sumber kebahagiaan yang tak akan habis, malah kamu harus mencari cara untuk membuat mereka merasakan dan mendapatkan sumber kebahagiaan tersebut. Entah itu sampai harus membuat dirimu terus berkutat dengan jam terbang dalam kesedihan atau membuat dirimu terinjak dan terbanting perasaan yang kamu sendiri sebenerarnya tidak ingin merasakan hal tersebut. 
     Tetapi, coba kalian fikirkan secara matang dan lantang. Bukan hanya satu dua orang yang ada disekitar keseharian dan kehidupanmu. Pasti ada berpuluh, beratus, atau bahkan beribu orang yang kamu temui itu dapat kamu buat bahagia dengan caramu sendiri. Dan itupun bukan hanya sistem satu arah, dimana kamu memberi namum tidak mendapatkan balasan. Tetapi, hal itu merupakan sistem dua arah, dimana kamu memberi, kamu juga akan mendapatkannya. Let's say it's all about Give and Take, or maybe Take and Give. Disaat kamu memberikan sebuah kebahagiaan, mencarikan mereka sebuah kebahagiaan, atau bahkan mengorbankan kebahagiaan mu demi mereka, hukum alam pun akan terjadi. Mereka, juga akan melakukan hal yang sama, dengan cara mereka, dengan jalan mereka, dan tentu saja, dengan waktu yang tepat dan pengalaman yang hebat.
     Selain sulit, itu juga pasti berat. Berat dan kadang membuatmu terjerat. Terjerat sebuah keharusan yang sangat erat untuk membuat orang lain disekitarmu bahagia dan merasa nyaman untuk selalu berada disekitarmu. Tetapi, itulah hidup. Sama hal nya seperti ada sekumpulan batu, saat kebanyakan orang lebih memilih batu yang ringan untuk diangkat dan membiarkan batu yang berat, disitu mereka tidak menyadari, bahwa batu ringan hanyalah perak, dan batu berat ternyata adalah sebongkah emas. Jadi, saat kamu mendapatkan suatu masa atau masalah yang berat, tahan secara perlahan dan cobalah jangan langsung kau hempaskan, karena sesungguhnya, disitulah nikmat hebat dariTuhan yang sedang merencanakan sebuah kebahagiaan, namun secara perlahan.
   Bukan hanya kamu, semua orang pun pasti sangat menginginkan sebuah kebahagiaan hadir disekililing mereka, muncul secara bergantian namun tak terhapuskan. Bukan hanya hadir sesaat karena merasa tersesat, tetapi hadir dengan rasa yang mantap untuk menetap. Kebahagiaan semu pun kadang sering kita rasakan, sering kita temui, atau bahkan sedang kalian cari-cari diatas tanah berpaparkan muka bumi. Banyak sekali masyarakat yang tidak menyadari hal tersebut. Bukan karena buta atau tertutup dukanya sebuah luka, namun mereka hanya benar-benar tidak menyadari kebahagiaan yang mereka rasakan hanyalah hal yang tabu nan semu. Bukan hal nyata dan bukan pula sebuah fakta. Seperti halnya sebuah harta, tahta, dan juga sebuah sosialita. Mereka meninggalkan keluarga karena merasa harta yang telah memberi mereka sebuah cinta, mereka berani meninggalkan “wanita-nya” semata-mata karena tahta yang tak seberapa, dan mereka juga rela meninggalkan semesta hanya karena sosialita semata. Itulah, bagaimana kebahagiaan semu dapat membuat manusia menjadi sebuah mahluk beraga dan berakal, namun bertatapkan hidup dengan rasa sia-sia.
    Lalu, sekarang, bagaimana cara kita supaya mendapatkan dan mencari sebuah kebahagiaan yang nyata, fakta, dan bukan hanya sebuah cerita?.Caranya adalah dengan selalu berusaha untuk memberikan rasa tulus, kasing sayang, selalu memberi, dan jangan lupa,kamu juga harus terus berusaha menghargai diri sendiri. Respect your self as good as possible. 
    Kebahagiaan yang datang untuk menetap, memang tidak semudah dengan kebahagiaan yang datang untuk bersinggah sejenak. Tidak semudah kamu membalikan telapak tangan, tidak pula semudah kamu membalikan kata bahagia menjadi sebuah perasaan yang sia-sia. Ada saat kamu harus mengalahkan egomu demi melihat orang yang kamu sayangi merasa nyaman dan bahagia untuk berada dizona hidupmu. Ada saat kamu harus mengalahkan keinginanmu demi melihat keinginan “mereka” dapat terlaksana. Ada saat kamu membuang masalahmu demi terihat tegar didepan mereka yang ingin selalu melihat senyumanmu. Walau dizamanmu hidup, kadang kamu harus terus berusaha untuk berpura-pura bahagia, karena dizamanmu pula, sebuah keseriusan hanya dianggap sebuah hal lelucon beralaskan bahan untuk bercanda yang sebenarnya tak patut untuk ditertawakan. Namun disitulah, sebuah fakta klasik dibalut kilauan kisah kasih yang tersimpan dalam kalimat “Aku bahagia saat melihat Kamu bahagia” bisa menjadi nyata, dab bukan hanya cerita yang dibuat-buat untuk menjadi nyata.


                                                                                                       -Salam kasih berbalut pedih.

Related Articles

0 coment�rios:

Post a Comment